In today’s economy, it seems that everyone is looking for a way to earn a few extra dollars. The shrinking job market, falling asset values, and economic uncertainty makes every day a struggle. Financial success can be a significant factor in developing a low-stress, worry-free life-style, and QLxchange offers an innovative way to earn a secondary income by building a home-based business to help you achieve your goals. Who knows, it may even become your primary income.
Network marketing uses all of the leverage offered via the Internet to help you prosper in an ever-growing industry. And, QLxchange is a unique business opportunity, which provides its members the ability to earn money by marketing a valuable commodity and incents you to share this opportunity with others, which will increase your income, as well.
This program is network marketing at its finest with a high paying commission structure and a product that has the potential to significantly increase in value over the next year and beyond. The core products offered by QLxchange are marketing education, investment reports, and a silver savings program.
By joining QLxchange as a sales professional:
You gain access to discounts on all your silver purchases
You will be provided the sales and marketing tools to be a successful Internet/Network Marketing professional
You will receive home-based business building skills/knowledge
You earn residual income for every person in your downline
BAHASA INDONESIA:
Dalam perekonomian saat ini, tampaknya bahwa setiap orang mencari cara untuk mendapatkan sedikit uang ekstra. Pasar kerja menyusut, jatuh nilai aset, dan ketidakpastian ekonomi membuat perjuangan setiap hari. Sukses keuangan dapat menjadi faktor signifikan dalam mengembangkan rendah-stres, khawatir-bebas gaya hidup, dan QLxchange menawarkan cara inovatif untuk mendapatkan pendapatan sekunder dengan membangun sebuah bisnis rumahan untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda. Siapa tahu, bahkan mungkin menjadi penghasilan utama Anda.
Jaringan pemasaran menggunakan semua leverage yang ditawarkan melalui Internet untuk membantu Anda berhasil dalam industri yang terus tumbuh. Dan, QLxchange adalah kesempatan bisnis yang unik, yang menyediakan kemampuan anggotanya untuk mendapatkan uang dengan pemasaran komoditas berharga dan incents Anda untuk berbagi kesempatan ini dengan orang lain, yang akan meningkatkan penghasilan Anda, juga.
Program ini pemasaran jaringan pada yang terbaik dengan struktur komisi membayar tinggi dan produk yang memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan nilai selama tahun depan dan seterusnya. Produk inti yang ditawarkan oleh QLxchange pemasaran pendidikan, laporan investasi, dan program tabungan perak.
Dengan bergabung QLxchange sebagai seorang profesional penjualan:
Anda mendapatkan akses ke diskon pada semua pembelian perak Anda
Anda akan menyediakan penjualan dan alat pemasaran untuk menjadi Internet / Jaringan Pemasaran sukses profesional
Anda akan menerima rumahan keterampilan membangun bisnis / pengetahuan
Anda memperoleh sisa pendapatan untuk setiap orang di downline Anda
Kamis, 22 September 2011
http://onex.me/pdf/QLxchange_Comp_Plan.pdf
http://onex.me/pdf/QLxchange_Comp_Plan.pdf
OneX URL: http://OneX.me/ruvi0nex2011
QLxchange URL: http://QLxchange.com/ruvi0nex2011
Home
In today’s economy, it seems that everyone is looking for a way to earn a few extra dollars. The shrinking job market, falling asset values, and economic uncertainty makes every day a struggle. Financial success can be a significant factor in developing a low-stress, worry-free life-style, and QLxchange offers an innovative way to earn a secondary income by building a home-based business to help you achieve your goals. Who knows, it may even become your primary income.
Network marketing uses all of the leverage offered via the Internet to help you prosper in an ever-growing industry. And, QLxchange is a unique business opportunity, which provides its members the ability to earn money by marketing a valuable commodity and incents you to share this opportunity with others, which will increase your income, as well.
This program is network marketing at its finest with a high paying commission structure and a product that has the potential to significantly increase in value over the next year and beyond. The core products offered by QLxchange are marketing education, investment reports, and a silver savings program.
By joining QLxchange as a sales professional:
You gain access to discounts on all your silver purchases
You will be provided the sales and marketing tools to be a successful Internet/Network Marketing professional
You will receive home-based business building skills/knowledge
You earn residual income for every person in your downline
OneX URL: http://OneX.me/ruvi0nex2011
QLxchange URL: http://QLxchange.com/ruvi0nex2011
Home
In today’s economy, it seems that everyone is looking for a way to earn a few extra dollars. The shrinking job market, falling asset values, and economic uncertainty makes every day a struggle. Financial success can be a significant factor in developing a low-stress, worry-free life-style, and QLxchange offers an innovative way to earn a secondary income by building a home-based business to help you achieve your goals. Who knows, it may even become your primary income.
Network marketing uses all of the leverage offered via the Internet to help you prosper in an ever-growing industry. And, QLxchange is a unique business opportunity, which provides its members the ability to earn money by marketing a valuable commodity and incents you to share this opportunity with others, which will increase your income, as well.
This program is network marketing at its finest with a high paying commission structure and a product that has the potential to significantly increase in value over the next year and beyond. The core products offered by QLxchange are marketing education, investment reports, and a silver savings program.
By joining QLxchange as a sales professional:
You gain access to discounts on all your silver purchases
You will be provided the sales and marketing tools to be a successful Internet/Network Marketing professional
You will receive home-based business building skills/knowledge
You earn residual income for every person in your downline
Selasa, 20 September 2011
DOA MOHON DIMURAHKAN REZEKI



"Ya Allah, apabila rezekiku ada di langit, maka turunkanlah, apabila di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila di laut maka naikkanlah, apabila jauh maka dekatkanlah, sekiranya dekat maka permudahkanlah, dan sekiranya sedikit maka perbanyakkanlah dan sekiranya sedia banyak maka permudahkanlah untuk mendapatkannya , juga berilah keberkatan terhadap rezeki tersebut dan berikanlah rezeki padaku sebagaimana yang kujangka, dengan rezeki yang halal dan baik, serta banyak lagi keberkatan sehinggakan ku tidak memerlukan sesiapa selain dari-Mu, dan jadikanlah kedua tanganku ini berada di atas dengan suka memberi dan menderma, dan jangan jadikan dua tanganku ini di bawah dengan suka meminta-minta, sesungguhnya Engkau amat berkuasa ke atas setiap sesuatu". Amin yaa robbal alamin....
YAA ALLAH, kabulkanlah Do'a hambaMU ini.
DOA MOHON DIMURAHKAN REZEKI
"Ya Allah, apabila rezekiku ada di langit, maka turunkanlah, apabila di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila di laut maka naikkanlah, apabila jauh maka dekatkanlah, sekiranya dekat maka permudahkanlah, dan sekiranya sedikit maka perbanyakkanlah dan sekiranya sedia banyak maka permudahkanlah untuk mendapatkannya , juga berilah keberkatan terhadap rezeki tersebut dan berikanlah rezeki padaku sebagaimana yang kujangka, dengan rezeki yang halal dan baik, serta banyak lagi keberkatan sehinggakan ku tidak memerlukan sesiapa selain dari-Mu, dan jadikanlah kedua tanganku ini berada di atas dengan suka memberi dan menderma, dan jangan jadikan dua tanganku ini di bawah dengan suka meminta-minta, sesungguhnya Engkau amat berkuasa ke atas setiap sesuatu". Amin yaa robbal alamin....
YAA ALLAH, kabulkanlah Do'a hambaMU ini.
YAA ALLAH, kabulkanlah Do'a hambaMU ini.
Selasa, 13 September 2011
Jerat-Jerat Utang
Yaa Allah, jauhkanlah kami semua dari utang yang berlarut-larut
Allahuma Inna Nau'dzubika min gholabati daini...
"ya Allah hindarilah kami dari belenggu hutang..."
Oleh: Muhammad Nuh
dakwatuna.com – Dunia bagi seorang mukmin adalah arena ujian. Adakalanya ia sukses mengarungi hidup. Sabar atas segala cobaan yang silih berganti menghantam bagaikan badai. Tapi, tak tertutup kemungkinan bisa gagal dan jatuh menyakitkan.
Ada banyak cobaan hidup. Di antaranya berkisar masalah uang. Salah satu masalah yang kerap dijumpai berkenaan dengan uang adalah utang. Karena, kian hari utang menjadi sesuatu hal yang hampir tak bisa lagi terhindarkan.
Hidup di dunia moderen nyaris berhimpit dengan utang. Bahkan, untuk sebagian orang, utang menjadi gaya hidup. Orang bisa dikatakan maju jika mampu berutang. Semakin banyak utang, semakin tinggi status sosialnya. Orang kian dimanja dengan utang. Sekaligus ditipu dan dijatuhkan dengan utang. Na’uzdubillah min dzalik!
Seorang mukmin adalah manusia yang tidak tertutup kemungkinan tergiring dalam pola hidup seperti itu. Bisa banyak sebab yang menjadikan utang begitu dekat. Bahkan, menjadi incaran. Mungkin, masalah kemampuan ekonomi sehingga utang menjadi pilihan terakhir.
Masalahnya, mampukah seorang mukmin mengendalikan utang dalam kematangan dirinya. Utang beredar dalam batasan sarana yang hanya sebagai salah satu pilihan. Bukan sebagai tujuan. Jika utang menjadi tujuan, ia akan mengendalikan diri seseorang sehingga terpuruk dalam jurang kehancuran.
Betapa utang punya nilai bahaya yang lebih dahsyat daripada sebuah senjata yang mematikan. Bisa lebih ganas dari hewan buas mana pun. Di antara bahaya yang mengiringi belitan utang pada seseorang adalah:
1. Membuat diri menjadi hina
Harga diri seorang mukmin begitu tinggi. Tak seorang pun yang mampu merendahkannya. Karena, mukmin punya keterikatan dengan Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung. Dan, seorang mukmin yang meninggal dunia demi mempertahankan kemuliaan itu, ganjarannya adalah surga.
Namun, kemuliaan itu kadang memudar manakala ada cacat dalam diri seorang mukmin. Di antara cacat itu adalah ketidakberdayaan membayar utang. Saat itu juga, terselip dalam diri seorang mukmin itu perasaan rendah. Bahkan, hina. Bayang-bayang ketidakmampuan itu menjadikan dirinya tak lagi berdaya di hadapan orang lain. Terutama, orang yang memberi utang. Ia tak lagi mampu menangkis marah, celaan, bahkan gugatan hukum sekali pun.
2. Mudah berdusta
Dusta adalah sesuatu yang tak mungkin dilakukan seorang mukmin. Rasulullah saw mengatakan seorang mukmin mungkin saja bermaksiat. Tapi, ia tak mungkin berdusta.
Lain halnya ketika utang sudah mengepung. Mau bayar tak ada uang. Mau menghindar terlanjur janji. Akhirnya, ada satu pilihan aman. Dan pilihan itu adalah berdusta. “Besok, ya!” Atau, “Oh iya. Saya lupa!” Itulah ungkapan-ungkapan yang kerap keluar tanpa lagi terkendali. Suatu saat, ucapan bohong itu menjadi biasa. Dan, orang-orang pun memberikan cap pada kita bukan hanya sebagai pengutang. Melainkan, juga sebagai pembohong. Nau’dzubillah!
Pernah para sahabat bertanya kenapa Rasulullah begitu banyak berdoa agar terhindar dari utang. Beliau saw bersabda, “Sesungguhnya jika seseorang terlilit utang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (Mutafaq ‘alaih)
3. Memutuskan hubungan silaturahim
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya memang seperti satu tubuh. Satu anggota tubuh sakit, yang lain pun ikut sakit. Tapi, ada satu hal yang membuat tubuh itu menjadi cerai berai. Tak ada satu hal yang paling rawan mampu menceraiberaikan keutuhan tubuh itu kecuali masalah uang. Dan di antara masalah uang itu adalah utang.
Tiba-tiba, seorang saudara menjadi asing dengan saudara lainnya disebabkan karena utang. Muncullah sesuatu yang sebelumnya tak mungkin ada. Ada rasa benci, marah, bahkan permusuhan. Terbanglah perasaan simpati, cinta, dan rindu layaknya seorang mukmin dengan saudara seakidahnya. Persaudaraan yang begitu sulit dan lama terbina, bisa terhapus hanya dengan satu masalah: utang.
4. Terjebak tindak kriminal
Pada tingkat tertentu, utang mampu menjerumuskan seorang mukmin pada tindakan yang sama sekali di luar perkiraannya. Sama sekali tak pernah tersirat kalau ia akan tega melakukan tindakan yang lebih buruk. Mungkin, di sinilah setan menuai sukses atas langkah-langkahnya.
Orang yang sudah dikendalikan utang tidak lagi merasa ragu melakukan tindak kriminal. Di antaranya, penipuan dan pencurian. Bayang-bayang hitam tentang utangnya menjadikan pandangan nuraninya menjadi keruh. Bahkan, gelap sama sekali. Tak ada satu tindakan yang lebih mendominasi dirinya kecuali bayar utang, dengan cara apa pun. Atau, tindakan yang tidak kalah parah: lari dari utang dengan cara apa pun.
Pada tingkatan ini, seorang mukmin mengalami kemerosotan kualitas diri yang luar biasa. Kejujurannya hilang, kemuliaannya sebagai mukmin menguap entah kemana, cahaya imannya pun kian redup. Dan, kenikmatan hidup tak lagi terasa. Bumi Allah yang begitu luas terasa sempit dan menyesakkan.
5. Meninggalkan beban kepada ahli waris
Alangkah berat duka anggota keluarga yang ditinggal pergi ayah atau ibu selamanya. Mereka begitu kehilangan seorang yang amat dicintai. Bahkan, seseorang yang menjadi andalan ekonomi keluarga.
Penderitaan pun kian berat manakala mereka tahu kalau almarhum mewariskan utang. Bagi mereka, tidak ada tawar menawar, kecuali membayar utang. Masalahnya, mampukah mereka membayar? Atau, utang menjadi warisan turunan.
6. Tertunda masuk surga
Ternyata, bahaya utang tidak melulu dalam wilayah dunia. Di akhirat pun, para pengutang akan mendapat cela yang tidak mengenakkan. Rasulullah saw pernah menasihati para sahaba soal ini. Beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi sedangkan ada tanggungan utang padanya maka ia tidak akan masuk surga sampai melunasi utangnya.” (Nasai, Ath-Thabrani, Al-Hakim)
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/jerat-jerat-utang/
Yaa Allah, jauhkanlah kami semua dari utang yang berlarut-larut
Allahuma Inna Nau'dzubika min gholabati daini...
"ya Allah hindarilah kami dari belenggu hutang..."
Amin yaa robbal alamin.
Allahuma Inna Nau'dzubika min gholabati daini...
"ya Allah hindarilah kami dari belenggu hutang..."
Oleh: Muhammad Nuh
dakwatuna.com – Dunia bagi seorang mukmin adalah arena ujian. Adakalanya ia sukses mengarungi hidup. Sabar atas segala cobaan yang silih berganti menghantam bagaikan badai. Tapi, tak tertutup kemungkinan bisa gagal dan jatuh menyakitkan.
Ada banyak cobaan hidup. Di antaranya berkisar masalah uang. Salah satu masalah yang kerap dijumpai berkenaan dengan uang adalah utang. Karena, kian hari utang menjadi sesuatu hal yang hampir tak bisa lagi terhindarkan.
Hidup di dunia moderen nyaris berhimpit dengan utang. Bahkan, untuk sebagian orang, utang menjadi gaya hidup. Orang bisa dikatakan maju jika mampu berutang. Semakin banyak utang, semakin tinggi status sosialnya. Orang kian dimanja dengan utang. Sekaligus ditipu dan dijatuhkan dengan utang. Na’uzdubillah min dzalik!
Seorang mukmin adalah manusia yang tidak tertutup kemungkinan tergiring dalam pola hidup seperti itu. Bisa banyak sebab yang menjadikan utang begitu dekat. Bahkan, menjadi incaran. Mungkin, masalah kemampuan ekonomi sehingga utang menjadi pilihan terakhir.
Masalahnya, mampukah seorang mukmin mengendalikan utang dalam kematangan dirinya. Utang beredar dalam batasan sarana yang hanya sebagai salah satu pilihan. Bukan sebagai tujuan. Jika utang menjadi tujuan, ia akan mengendalikan diri seseorang sehingga terpuruk dalam jurang kehancuran.
Betapa utang punya nilai bahaya yang lebih dahsyat daripada sebuah senjata yang mematikan. Bisa lebih ganas dari hewan buas mana pun. Di antara bahaya yang mengiringi belitan utang pada seseorang adalah:
1. Membuat diri menjadi hina
Harga diri seorang mukmin begitu tinggi. Tak seorang pun yang mampu merendahkannya. Karena, mukmin punya keterikatan dengan Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung. Dan, seorang mukmin yang meninggal dunia demi mempertahankan kemuliaan itu, ganjarannya adalah surga.
Namun, kemuliaan itu kadang memudar manakala ada cacat dalam diri seorang mukmin. Di antara cacat itu adalah ketidakberdayaan membayar utang. Saat itu juga, terselip dalam diri seorang mukmin itu perasaan rendah. Bahkan, hina. Bayang-bayang ketidakmampuan itu menjadikan dirinya tak lagi berdaya di hadapan orang lain. Terutama, orang yang memberi utang. Ia tak lagi mampu menangkis marah, celaan, bahkan gugatan hukum sekali pun.
2. Mudah berdusta
Dusta adalah sesuatu yang tak mungkin dilakukan seorang mukmin. Rasulullah saw mengatakan seorang mukmin mungkin saja bermaksiat. Tapi, ia tak mungkin berdusta.
Lain halnya ketika utang sudah mengepung. Mau bayar tak ada uang. Mau menghindar terlanjur janji. Akhirnya, ada satu pilihan aman. Dan pilihan itu adalah berdusta. “Besok, ya!” Atau, “Oh iya. Saya lupa!” Itulah ungkapan-ungkapan yang kerap keluar tanpa lagi terkendali. Suatu saat, ucapan bohong itu menjadi biasa. Dan, orang-orang pun memberikan cap pada kita bukan hanya sebagai pengutang. Melainkan, juga sebagai pembohong. Nau’dzubillah!
Pernah para sahabat bertanya kenapa Rasulullah begitu banyak berdoa agar terhindar dari utang. Beliau saw bersabda, “Sesungguhnya jika seseorang terlilit utang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (Mutafaq ‘alaih)
3. Memutuskan hubungan silaturahim
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya memang seperti satu tubuh. Satu anggota tubuh sakit, yang lain pun ikut sakit. Tapi, ada satu hal yang membuat tubuh itu menjadi cerai berai. Tak ada satu hal yang paling rawan mampu menceraiberaikan keutuhan tubuh itu kecuali masalah uang. Dan di antara masalah uang itu adalah utang.
Tiba-tiba, seorang saudara menjadi asing dengan saudara lainnya disebabkan karena utang. Muncullah sesuatu yang sebelumnya tak mungkin ada. Ada rasa benci, marah, bahkan permusuhan. Terbanglah perasaan simpati, cinta, dan rindu layaknya seorang mukmin dengan saudara seakidahnya. Persaudaraan yang begitu sulit dan lama terbina, bisa terhapus hanya dengan satu masalah: utang.
4. Terjebak tindak kriminal
Pada tingkat tertentu, utang mampu menjerumuskan seorang mukmin pada tindakan yang sama sekali di luar perkiraannya. Sama sekali tak pernah tersirat kalau ia akan tega melakukan tindakan yang lebih buruk. Mungkin, di sinilah setan menuai sukses atas langkah-langkahnya.
Orang yang sudah dikendalikan utang tidak lagi merasa ragu melakukan tindak kriminal. Di antaranya, penipuan dan pencurian. Bayang-bayang hitam tentang utangnya menjadikan pandangan nuraninya menjadi keruh. Bahkan, gelap sama sekali. Tak ada satu tindakan yang lebih mendominasi dirinya kecuali bayar utang, dengan cara apa pun. Atau, tindakan yang tidak kalah parah: lari dari utang dengan cara apa pun.
Pada tingkatan ini, seorang mukmin mengalami kemerosotan kualitas diri yang luar biasa. Kejujurannya hilang, kemuliaannya sebagai mukmin menguap entah kemana, cahaya imannya pun kian redup. Dan, kenikmatan hidup tak lagi terasa. Bumi Allah yang begitu luas terasa sempit dan menyesakkan.
5. Meninggalkan beban kepada ahli waris
Alangkah berat duka anggota keluarga yang ditinggal pergi ayah atau ibu selamanya. Mereka begitu kehilangan seorang yang amat dicintai. Bahkan, seseorang yang menjadi andalan ekonomi keluarga.
Penderitaan pun kian berat manakala mereka tahu kalau almarhum mewariskan utang. Bagi mereka, tidak ada tawar menawar, kecuali membayar utang. Masalahnya, mampukah mereka membayar? Atau, utang menjadi warisan turunan.
6. Tertunda masuk surga
Ternyata, bahaya utang tidak melulu dalam wilayah dunia. Di akhirat pun, para pengutang akan mendapat cela yang tidak mengenakkan. Rasulullah saw pernah menasihati para sahaba soal ini. Beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi sedangkan ada tanggungan utang padanya maka ia tidak akan masuk surga sampai melunasi utangnya.” (Nasai, Ath-Thabrani, Al-Hakim)
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/jerat-jerat-utang/
Yaa Allah, jauhkanlah kami semua dari utang yang berlarut-larut
Allahuma Inna Nau'dzubika min gholabati daini...
"ya Allah hindarilah kami dari belenggu hutang..."
Amin yaa robbal alamin.
Senin, 12 September 2011
DOA MOHON DIMURAHKAN REZEKI


"Ya Allah, apabila rezekiku ada di langit, maka turunkanlah, apabila di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila di laut maka naikkanlah, apabila jauh maka dekatkanlah, sekiranya dekat maka permudahkanlah, dan sekiranya sedikit maka perbanyakkanlah dan sekiranya sedia banyak maka permudahkanlah untuk mendapatkannya , juga berilah keberkatan terhadap rezeki tersebut dan berikanlah rezeki padaku sebagaimana yang kujangka, dengan rezeki yang halal dan baik, serta banyak lagi keberkatan sehinggakan ku tidak memerlukan sesiapa selain dari-Mu, dan jadikanlah kedua tanganku ini berada di atas dengan suka memberi dan menderma, dan jangan jadikan dua tanganku ini di bawah dengan suka meminta-minta, sesungguhnya Engkau amat berkuasa ke atas setiap sesuatu".
Langganan:
Postingan (Atom)
